Selamat Datang

Di sini Anda dapat membaca berita tentang Maluku yang dibuat oleh LKBN ANTARA. Seluruh berita dilindungi UU Hak Cipta dan karenanya tidak diperkenankan untuk disiarkan kembali melalui media apapun tanpa izin tertulis dari LKBN ANTARA.

Rabu, 08 Juni 2011

Impor Bahan Bakar Akibatkan Defisit 84,8 Juta Dolar

Ambon (KM) - Aktivitas impor komoditas bahan bakar mineral berupa premium tanpa timbal dari Singapura dan Vietnam selama periode Januari-April 2011 mengakibatkan neraca perdagangan luar negeri Maluku kembali mengalami defisit sebesar 84,8 juta dolar AS.

"Defisitnya neraca perdagangan kita karena dalam periode yang sama, tidak ada aktivitas ekspor bahan bakar mineral asal Maluku," kata Kabid Statistik Distribusi, Badan Pusat Statistik Maluku, Sammy Sahertian di Ambon, Kamis.

Kegiatan ekspor bahan bakar mineral berupa minyak mentah asal Maluku biasanya berasal dari aktivitas penambangan minyak di Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Namun belakangan ini belum ada data resmi yang melaporkan berapa banyak aktivitas pengiriman bahan bakar mineral yang dilakukan Kufpec, sebuah perusahaan minyak asal Kuwait maupun Kaltex yang beroperasi di Kabupaten SBT.

Sedangkan realisasi nilai ekspor komoditas non migas berupa ikan dan udang beku periode Januari-April 2011 hanya senilai 24,42 juta dolar dan tidak berimbang dengan realisasi nilai impor yang mencapai 109,32 juta dolar AS.

Menurut Sammy, negara pemasok barang impor terbesar adalah Singapura yang memasok bahan bakar mineral berupa premium tanpa timbal senilai 106,43 juta dolar.

Sementara impor non migas berupa gandum-ganduman, kapal laut dan bangunan terapung selama Januari-April tahun ini senilai 2,88 juta dolar AS.

Meningkatnya kebutuhan bahan bakar mineral berupa premium seiring makin bertambahnya kendaraan bermotor di Provinsi Maluku, khususnya Kota Ambon di mana BPS mencatat penjualansepeda motor bisa mencapai 300 unit dalam waktu sebulan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar