Selamat Datang

Di sini Anda dapat membaca berita tentang Maluku yang dibuat oleh LKBN ANTARA. Seluruh berita dilindungi UU Hak Cipta dan karenanya tidak diperkenankan untuk disiarkan kembali melalui media apapun tanpa izin tertulis dari LKBN ANTARA.

Senin, 23 Mei 2011

TNI AL Fasilitasi Rumah Pintar di Dobo

Ambon (KM)) - Markas besar TNI Angkatan Laut (AL) memfasilitasi pengoperasian rumah pintar di Dobo, ibu kota kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku, dalam rangka pembinaan karakter dan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.

Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kepulauan Aru, Arens Uniplaitta, di Dobo, Senin mengatakan, dana senilai Rp500 juta telah dialokasikan untuk pengembangan rumah pintar tersebut.

Mabes TNI-AL selain memfasilitasi juga pengelola dana operasional, pembinaan ketrampilan kepada ibu-ibu, siswa dan mengembangkan tempat bermain anak-anak.

"Institusi militer tersebut berkepentingan dengan pembinaan karakter dan kualitas SDM di Kepulauan Aru karena letak geografisnya dekat Australia," ujarnya.

Fasilitasi TNI AL ini menindaklanjuti hasil Rapat koordinasi (Rakor) Percepatan Pembangunan Daerah Perbatasan (P2DP) yang difasilitasi Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) di Dobo pada 29 Maret-1 April 2011.

"Perutusan dari Mabes TNI-AL yang mengikuti kunjungan ke desa Warabal, Pulau Penambulai yang berbatasan dengan Australia pada 31 Maret 2011 menyaksikan satu dari delapan pulau terluar itu memiliki potensi sumber daya alam, terutama ikan yang melimpah tapi masih terbatas kualitas SDM untuk mengelolanya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir," kata Arens.

Dia juga memastikan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) telah meminta Pemkab Kepulauan Aru untuk memantapkan kebutuhan pengembangan delapan buah pulau terluar agar dana direalisasikan.

"Kami akan memaparkan hasil pemantapan program tersebut di Jakarta dijadwalkan pada 26 Mei 2011, agar dana direalisasikan guna membangun di delapan buah pulau terluar," ujar Arens.

Diakuinya sejumlah Kementerian dan lembaga juga telah menindaklanjuti hasil Rakor P2DP dengan mengalokasikan anggaran, baik pada 2011 maupun 2012.

Kementerian Perindustrian misalnya menganggarkan Rp20 miliar untuk membangun pasar di Dobo.

"Hasil Rakor P2DP yang melibatkan 28 kementerian dan lembaga semakin menunjukkan perhatian ke Kepulauan Aru yang terkenal dengan potensi ikan, mutiara, udang, termasuk minyak dan gas," kata Arens Uniplaitta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar