Selamat Datang

Di sini Anda dapat membaca berita tentang Maluku yang dibuat oleh LKBN ANTARA. Seluruh berita dilindungi UU Hak Cipta dan karenanya tidak diperkenankan untuk disiarkan kembali melalui media apapun tanpa izin tertulis dari LKBN ANTARA.

Senin, 27 Juni 2011

MTQ Nasional 2012 Menunjukkan Maluku Aman Investasi

Ambon (KM) - Rencana pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran tingkat nasional 2012 di Ambon, Ibu Kota Provinsi Maluku menunjukkan wilayah ini sudah sangat aman dikunjungi para pemilik modal untuk berinvestasi.

"Kalau dari sisi keamanan di Maluku sudah tidak ada masalah, buktinya ada Gong Perdamaian, kegiatan lomba layar internasional Sail Banda dan MTQ tingkat nasional 2012," kata anggota DPRD Maluku, Tharer Hanubun di Ambon, Senin.

Namun, katanya, dinas instansi yang terkait langsung dengan masalah eknomi selama ini hanya membangun opini bahwa nanti akan ada investor yang masuk, tapi faktanya tidak terealisasi.

Berbagai kunjungan ke luar daerah maupun luar negeri untuk promosikan kekayaan alam Maluku dan kondisi keamanan yang menjanjikan dilakukan tapi belum ada investor asing yang masuk.

Menurut Hanubun, yang dipentingkan sekarang ini adalah program pemerintah daerah bersama legislatif untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan itu tidak terlepas dari perkembangan dunia ekonomi dimana salah satu pilarnya adalah investor.

"Kalau dibilang investor masuk, mana ada pabrik-pabrik besar yang berhasil menyerap tenaga kerja dalam jumlah ribuan, kan bisa dihitung dengan jari. Kondisi ini harus dicari solusinya seperti kebijakan dalam bidang perizinan di Maluku masih dirasa menghambat investor," katanya.
    
Sementara daerah lain di Indonesia seperti Surabaya, Bali atau Sulawesi, lanjutnya, bisa memberikan kemudahan bagi pemilik modal asing untuk berusaha, sehingga Maluku harus belajar banyak dari berbagai daerah tersebut.

Hanubun lebih jauh menyatakan sistem pelayanan satu pintu harus diberdayakan lebih maksimal dan memberikan kebebasan awal dengan interval waktu tertentu agar mereka tertarik.

"Saya menduga investor ingin menanamkan modalnya di Maluku tapi dalam proses perizinannya mungkin dipersulit sehingga mereka merasa keberatan dan mencari daerah lain yang lebih mudah," katanya.

Wilayah ini memiliki banyak potensi kekakayaan alam laut dan darat yang menjanjikan tapi anehnya masuk wilayah termiskin di Indonesia, sehingga pola pikir pengambil kebijakan dalam program pembangunan harus diubah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar