Ambon (KM) - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Ambon kembali menemukan rhodamin-B, pewarna tekstil, dalam pangan berbuka puasa yang dijual di Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau, Ambon.
Koordinator Lapangan BPOM, Helen Pattipeylohy mengatakan, Selasa, ketika melakukan razia tahap ke dua, pihaknya kembali menemukan makanan mengandung rhodamin-B.
Selamat Datang
Di sini Anda dapat membaca berita tentang Maluku yang dibuat oleh LKBN ANTARA. Seluruh berita dilindungi UU Hak Cipta dan karenanya tidak diperkenankan untuk disiarkan kembali melalui media apapun tanpa izin tertulis dari LKBN ANTARA.
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Rabu, 17 Agustus 2011
Sabtu, 23 Juli 2011
BPOM: Boraks, Formalin Masih Ditemukan dalam PJAS
Ambon (KM) - Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Ambon, Hans Kakerissa, mengatakan, boraks dan formalin, zat kimia untuk pengawet makanan yang berbahaya bagi kesehatan masih ditemukan dalam pangan jajanan anak sekolah (PJAS) di daerah ini.
"Kedua zat itu ditemukan dalam bakso dan mie. Hampir di semua lokasi dagangan sekitar sekolah temuannya boraks dan formalin," katanya, di Ambon, Jumat.
"Kedua zat itu ditemukan dalam bakso dan mie. Hampir di semua lokasi dagangan sekitar sekolah temuannya boraks dan formalin," katanya, di Ambon, Jumat.
Senin, 27 Juni 2011
Pemkot Ambon akan Vaksinasi Anjing Rabies
Ambon (KM) - Pemerintah kota (Pemkot) Ambon akan melakukan vaksinasi rabies terhadap hewan pembawa penyakit itu, seperti anjing, dimulai dari Desa Soya kecamatan Sirimau, kota Ambon.
"Vaksinasi dilakukan guna mencegah penyebaran rabies serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit itu," kata Kadis Hutanak, Jhon Tupan di Ambon, Senin.
"Vaksinasi dilakukan guna mencegah penyebaran rabies serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit itu," kata Kadis Hutanak, Jhon Tupan di Ambon, Senin.
Kamis, 23 Juni 2011
Bantuan "Flying Health Care" Kemenkes Ditunda
Ambon (KM) - Bantuan pelayanan kesehatan penerbangan (fliying health care) yang diprogramkan Kementerian Kesehatan untuk Provinsi Papua dan Maluku yang rencananya akan diberikan tahun ini ditunda tahun depan.
"Penundaan itu disampaikan Ibu Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih dalam dialog nasional dengue di Jakarta, 14/6 lalu," kata Kepala Dinas Kesehatan Maluku, Fat Basalamah kepada ANTARA di Ambon, Kamis.
"Penundaan itu disampaikan Ibu Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih dalam dialog nasional dengue di Jakarta, 14/6 lalu," kata Kepala Dinas Kesehatan Maluku, Fat Basalamah kepada ANTARA di Ambon, Kamis.
Pengidap Malaria di Maluku 16.500 Orang
Ambon (KM) - Jumlah pengidap malaria di Maluku pada 2010, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, mencapai 16.500 orang.
"Dari 57.195 orang yang diperiksa secara klinis, 16.500 di antaranya positif mengidap malaria," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Fat Basalamah kepada ANTARA di Ambon, Kamis,
"Dari 57.195 orang yang diperiksa secara klinis, 16.500 di antaranya positif mengidap malaria," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Fat Basalamah kepada ANTARA di Ambon, Kamis,
Selasa, 07 Juni 2011
Pemkot Ambon Akan Data Ulang Peserta Jamkesmas
Ambon (KM) - Pemerintah Kota Ambon akan melakukan pendataan ulang peserta Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) bagi keluarga kurang mampu agar layanan kesehatan gratis itu benar-benar diterima warga yang berhak.
"Pendataan ulang dilakukan guna mendapatkan jumlah keluarga miskin yang akan menerima kartu Jamkesmas untuk berobat," kata Kadis Kesehatan Ambon, Hans Liesay, di Ambon, Selasa.
"Pendataan ulang dilakukan guna mendapatkan jumlah keluarga miskin yang akan menerima kartu Jamkesmas untuk berobat," kata Kadis Kesehatan Ambon, Hans Liesay, di Ambon, Selasa.
Rabu, 01 Juni 2011
Puskesmas Rawat Inap Hutumuri Diaktifkan Desember 2011
Ambon (KM) - Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Hans Liesay, mengatakan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dengan fasilitas rawat inap di Desa Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan, diaktifkan Desember 2011.
"Pembangunan puskesmas rawat inap tahap pertama dilaksanakan sejak tahun 2009. Sekarang sudah dalam tahap penyelesaian dan dijadwalkan operasionalnya pada Desember 2011," katanya, di Ambon, Rabu.
"Pembangunan puskesmas rawat inap tahap pertama dilaksanakan sejak tahun 2009. Sekarang sudah dalam tahap penyelesaian dan dijadwalkan operasionalnya pada Desember 2011," katanya, di Ambon, Rabu.
Minggu, 08 Mei 2011
Dua Balita Meninggal Diduga Keracunan Makanan
Ambon (KM) - Sebanyak dua balita didesa Passo, kecamatan Baguala, kota Ambon, Sabtu, meninggal dunia yang diduga akibat keracunan makanan.
Wartawan ANTARA yang menghimpun data di rumah sakit Bhayangkari, Tantui, Sabtu malam, kedua balita yang mengalami musibah tersebut adalah Lorensius Serulihin (2) dan Yoel Serulihin (3) diotopsi untuk mengungkapkan penyebab kematian yang akurat.
Wartawan ANTARA yang menghimpun data di rumah sakit Bhayangkari, Tantui, Sabtu malam, kedua balita yang mengalami musibah tersebut adalah Lorensius Serulihin (2) dan Yoel Serulihin (3) diotopsi untuk mengungkapkan penyebab kematian yang akurat.
Sabtu, 07 Mei 2011
Diagnosis Terlambat Penyebab Angka Odapus Meningkat
Jakarta (KM) - Diagnosis penyakit yang sering terlambat sehingga berakibat pemberian terapi yang tidak akurat menjadi penyebab meningkatnya jumlah penderita Lupus atau Odapus, kata Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih."Sejumlah penyebab pesatnya peningkatan jumlah Odapus setiap tahun juga dipengaruhi penurunan kualitas pelayanan dan peningkatan masalah yang dihadapi penderita," kata Menkes Endang dalam sambutannya yang dibacakan Dirjen Bina Upaya Kesehatan Kemenkes Supriyantoro pada Malam Renungan Memperingati Hari Lupus Sedunia 10 Mei di Taman Menteng Jakarta, Sabtu, yang dihadiri ratusan Odapus dari berbagai daerah.
Penanganan Rabies di MTB Sudah Tuntas
Ambon (KM) - Penanganan wabah rabies atau penyakit anjing gila di Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku, yang dilakukan sejak awal 2010 telah tuntas."Tidak ada lagi laporan kasus gigitan anjing di MTB sejak tujuh bulan terakhir dan penyakit tersebut telah ditangani hingga tuntas," kata Kepala Dinas Pertanian (Distan) Maluku Ruddy Latuheru di Ambon, Jumat.
Minggu, 01 Mei 2011
170.000 Anak Mati Akibat Meningitis
Jakarta (KM) Sebanyak 170 ribu kematian pada anak dan bayi di bawah usia dua tahun terjadi setiap tahun membuat sebuah perusahaan farmasi berbasis penelitian GlaxoSmithKline (GSK) mengadakan edukasi mengenai bahaya meningitis pada anak.Edukasi yang dilakukan GSK mengusung judul "Love and Protected".
Jumat, 29 April 2011
Dinkes Ambon Antisipasi Penyakit Kaki Gajah
Ambon (KM) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon mengantisipasi penyakit kaki gajah atau filariasis dengan memberikan obat antifilaria kepada warga di Ibu Kota Provinsi Maluku itu.
"Antisipasi kaki gajah di Kota Ambon dilakukan dengan memberikan obat antifilaria kepada masyarakat," kata Kepala Dinkes Kota Ambon, Hans Liesay, di Ambon, Jumat.
Masyarakat, katanya, wajib mengonsumsi obat antifilaria satu tahun sekali guna mencegah penyakit itu.
"Obat ini harus dikonsumsi masyarakat setahun sekali sesuai peraturan, karena kaki gajah tergolong penyakit menular seperti rabies, HIV/AIDS sehingga harus diwaspadai masyarakat," katanya.
Pihaknya telah mengimbau masyarakat untuk mengonsumsi obat itu. Mereka bisa mendapatkan obat itu secara gratis di puskesmas dan rumah sakit terdekat.
"Kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi obat ini masih rendah, padahal tersedia gratis puskesmas dan rumah sakit," katanya.
Data 2010, di Kota Ambon ditemukan sekitar 150 kasus kaki gajah dengan penderita tersebar di sebagian besar wilayah Toisapu Kecamatan Leitimur Selata, Kayu Putih, dan Waihaong Sirimau.
"Untuk tahun 2011 ini kami sedang mendata jumlah penderita di Kota Ambon, diharapkan tidak terjadi peningkatan" katanya.
Ia menjelaskan, penyakit kaki gajah disebabkan cacing kecil dengan penyebaran melalui nyamuk mikrofilaria.
"Perubahan musim yang terjadi sekarang ini dan lingkungan kurang bersih rawan terhadap gangguan penyakit dari gigitan nyamuk yang bisa menyebabkan timbulnya penyakit kaki gajah ini," kata Hans Liesay.
"Antisipasi kaki gajah di Kota Ambon dilakukan dengan memberikan obat antifilaria kepada masyarakat," kata Kepala Dinkes Kota Ambon, Hans Liesay, di Ambon, Jumat.
Masyarakat, katanya, wajib mengonsumsi obat antifilaria satu tahun sekali guna mencegah penyakit itu.
"Obat ini harus dikonsumsi masyarakat setahun sekali sesuai peraturan, karena kaki gajah tergolong penyakit menular seperti rabies, HIV/AIDS sehingga harus diwaspadai masyarakat," katanya.
Pihaknya telah mengimbau masyarakat untuk mengonsumsi obat itu. Mereka bisa mendapatkan obat itu secara gratis di puskesmas dan rumah sakit terdekat.
"Kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi obat ini masih rendah, padahal tersedia gratis puskesmas dan rumah sakit," katanya.
Data 2010, di Kota Ambon ditemukan sekitar 150 kasus kaki gajah dengan penderita tersebar di sebagian besar wilayah Toisapu Kecamatan Leitimur Selata, Kayu Putih, dan Waihaong Sirimau.
"Untuk tahun 2011 ini kami sedang mendata jumlah penderita di Kota Ambon, diharapkan tidak terjadi peningkatan" katanya.
Ia menjelaskan, penyakit kaki gajah disebabkan cacing kecil dengan penyebaran melalui nyamuk mikrofilaria.
"Perubahan musim yang terjadi sekarang ini dan lingkungan kurang bersih rawan terhadap gangguan penyakit dari gigitan nyamuk yang bisa menyebabkan timbulnya penyakit kaki gajah ini," kata Hans Liesay.
Langganan:
Postingan (Atom)

