Selamat Datang

Di sini Anda dapat membaca berita tentang Maluku yang dibuat oleh LKBN ANTARA. Seluruh berita dilindungi UU Hak Cipta dan karenanya tidak diperkenankan untuk disiarkan kembali melalui media apapun tanpa izin tertulis dari LKBN ANTARA.
Tampilkan postingan dengan label Kandidat A-1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kandidat A-1. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Mei 2011

Ambon Butuh Sentuhan Wanita

Oleh Daniel Leonard

Olivia Latuconsina sosok perempuan muslim yang lembut, bersahaja dan berkharisma. Ia memiliki tekad kuat untuk membangun Ambon lebih baik lagi.

Terhitung lima tahun terakhir (2006-2011) ia aktif di pemerintah Kota Ambon karena jabatannya sebagai Wakil wali Kota berpasangan dengan Jopi Papilaja sebagai wali Kotanya.

Jumat, 13 Mei 2011

Paulus Kastanya Usung "Gerbang Ambon Berseri"

Oleh Lexy Sariwating

Paulus Kastanya dan La Hamsidi, satu dari delapan pasangan calon kepala daerah (Calkada) yang siap "bertarung" di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Ambon pada 16 Mei 2011, tidak asing di jajaran birokrasi di Maluku.

Keduanya yang dipromosikan dengan sapaan "KASIH" kepada 253.251 pemilih berkomitmen menerapkan ilmu dan pengalaman selama puluhan  tahun berkarier di birokrasi maupun berkecimpung di berbagai organisasi sosial untuk membangun Ambon berjuluk "MANISE" ( Maju - Aman - Nyaman - Indah - Sejahtera).

Paparisa Ingin Lanjutkan Program Benahi Ambon

oleh Shariva Alaidrus

Pembenahan Kota Ambon sebagai ibu kota Provinsi Maluku secara total menjadi isu sentral dari proram yang akan dilaksanakan calon Waki Kota dan Wakil Wali Kota Ambon periode 2011-2016 Richard Louhenapessy dan MAS Latuconsina, bila mereka terpilih dalam pilkada tanggal 16 Mei 2011.

Program yang disuarakan Paparisa merupakan perpaduan antara konsep yang pernah dijalankan oleh Wali Kota Ambon Markus Jacob Papilaja, yang kala itu berpasangan dengan Syraif Hadler sebagai Wakil Wali Kota (periode 2001-2006) dan Papilaja - Olivia Lattuconsina (periode 2006-20011).

Palapia Bertekad Berantas Korupsi

oleh Shariva Alaidrus

"Kalau saya jadi wali kota, memberantas korupsi adalah agenda utama saya. Pembangunan akan dilakukan dengan melihat skala prioritas, tepat guna dan efektif. Hanya dengan cara begini, maka peluang untuk korupsi bisa dieliminir".

Kalimat tersebut terucap dari balik bibir Daniel Palapia, satu dari delapan kandidat calon wali kota Ambon periode 2011-2016 yang akan bertarung untuk merebut kursi kepala daerah ibu kota Maluku pada 16 Mei 2011.

Dokter Nona, dari Puskesmas Menuju "Ambon 1"

Oleh James.F.Ayal

Sosoknya sebagai wanita dengan sebutan "dokter nona" sangat dikenal di Kota Ambon.  Hesina Johanna Huliselan/Tetelepta, M.Kes disukai banyak kalangan dengan bicaranya yang ceplas-ceplos.

Kelahiran Saparua, Maluku Tengah, 8 Februari 1953, wanita yang terakhir menjabat Sekretaris Kota Ambon ini sekarang menjadi salah satu kandidat yang diperhitungkan dan menjadi 'buah bibir' di kancah politik jelang pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, 16 Mei 2011.

Selasa, 10 Mei 2011

"WATE" Usung Kearifan Lokal Bangun Negeri

Oleh Rosni Marasabessy

Saat muda, Ferry Wattimury pernah bekerja di komplek pelabuhan. Ia trenyuh melihat kehidupan keras pemuda potensial yang tidak terserap pasar kerja kantoran dan terpaksa membanting tulang di arael itu sebagai pekerja serabutan.

Pengalaman itu begitu membekas di hatinya, bahkan sampai saat ia sudah menjalani profesi dosen di Universitas Pattimura Ambon.

Senin, 09 Mei 2011

Lucky Wattimury Mundur dari DPRD Demi Kota Ambon

Oleh Daniel Leonard

Sosok Lucky Wattimury bagi masyarakat Kota Ambon secara khusus dan Maluku pada umumnya sudah dikenal sebagai figur politisi yang berkiprah di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan selama ini.

Lebih dari dua periode menjadi Ketua DPRD Kota Ambon sejak tahun 1999-2004 dan 2004-2009, Wattimury melanjutkan karier politiknya menjadi anggota DPRD Maluku periode 2009-2014 sebagai Wakil Ketua dewan dari Fraksi - PDI Perjuangan.

Ambon Manise di Mata Bram Pakel

Oleh James.F.Ayal

Wacana membangun Kota Ambon sebagai Ibukota Provinsi Maluku yang maju, mandiri, religius, lestari dan harmonis berbasis masyarakat untuk bersaing dengan daerah lain sudah didengungkan banyak kalangan, namun hingga kini belum juga terwujud.

Pendapat itu dikemukakan Abraham Pakel, satu dari delapan kandidat yang bakal meperebutkan kursi "Ambon 1" pada pemilihan kepala daerah yang dijadwalkan berlangsung tanggal 16 Mei 2011.